Goodbye, England...

 

Saya mesti merasa sediiiiiih banget melihat betapa Inggris selalu tidak beruntung dalam kejuaraan-kejuaraan penting, yang paling baru tentunya di PIala Dunia Jerman 2006 barusan. Datang dengan predikat unggulan kedua setelah Brasil, Inggris justru tampil tidak seperti yang diharapkan. Ada beberapa faktor penyebab kegagalan Inggris di Piala Dunia barusan menurut saya. Faktor yang pertama adalah cederanya pemain-pemain pilar di saat-saat kritis Piala Dunia berlangsung. Cederanya Wayne Rooney yang cukup parah merupakan tamparan telak bagi Inggris, membuat Rooney sama sekali tidak bisa tampil maksimal dalam PIala Dunia 2006. Padahal Rooney-lah sumber kekuatan serangan Inggris, yang ditakuti lawan, yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu bintang Piala Dunia 2006. Belum selesai problem Rooney, Michael Owen ikut-ikutan cedera parah saat PIala Dunia 2006 berlangsung, membuat Inggris makin pusing dengan lini depannya yang benar-benar kehabisan stok penyerang berkualitas, membuat Inggris harus tersingkir di tangan Portugal dengan cara yang tidak beruntung pula, adu penalti...

Faktor kedua adalah melempemnya pemain-pemain kunci yang sebelumnya diharapkan menjadi salah satu kekuatan Inggris : Frank Lampard. Asli ngeliat permainan Lampard di Piala Dunia 2006 kemaren bener-bener bikin sebel! Tidak ada tembakan jarak jauh mematikan, tackling keras pada lawan, maupun umpan matang seperti yang ditunjukkan Lampard di Chelsea. Kalo boleh saya bilang, Lampard malah mengganggu irama permainan Inggris dengan menyia-nyiakan banyak sekali peluang, bermain egois dengan melepaskan tembakan-tembakan jarak jauh yang dipaksakan. Padahal rekan-rekannya seperti Steven Gerrard, Joe Cole, Owen Hargeaves sudah bermain sangat gemilang. Seharusnya Lampard saja yang dibangkucadangkan!

Lalu faktor yang ketiga adalah payahnya strategi Sven-Goran Eriksson! Bagaimana bisa tim sekelas Inggris selalu menerapkan strategi bermain aman? Selalu bertahan setelah berhasil mencetak satu gol duluan. Ini juga yang bikin gue sebeeeeel banget tiap kali nonton pertandingan Inggris. Melawan tim underdog seperti Paraguay, Ekuador, Inggris langsung bertahan dan mengulur-ulur waktu setelah unggul 1-0. Bukankah keunggulan satu gol itu belum aman? Mengapa tidak berusaha mencetak satu gol lagi untuk menggandakan keunggulan, baru setelah itu bertahan? Dengan kualitas pemain yang dimiliki, seharusnya Inggris tampil lebih percaya diri dalam menyerang, terus menekan, bukannya bertahan mencari aman. Ada satu lagi, pemanggilan striker Arsenal Theo Walcott juga sama sekali tidak membantu Inggris. Coba kalo Jermaine Defoe yang dibawa, pasti masih bisa dijadikan alternatif selain Peter Crouch untuk memecah kebuntuan lini depan Inggris.

Well, ada baiknya Eriksson diganti. Menurut saya Inggris sudah saatnya membutuhkan suasana baru dengan pelatih baru, dan strategi yang moga-moga juga baru tentunya. Moga-moga di Euro 2008 Rooney bisa tampil maksimal, Steve McClaren bisa meramu strategi baru yang lebih menyerang, dan Inggris bisa meraih kemenangan. Pride of The Nation!!

 

 

 
     

 

 

 

Sports
 
Goodbye, England...

 

 

 

 

 

 

 

nbrahmantyo © 2006